The Beaver – a review

Hello people!!

Balik lagi gue posting di blog ini. Sebenarnya banyak yang mau diposting untuk hari ini, tapi sekarang tiba-tiba sepertinya gue baru dapet “anugerah” dari film yang gue nonton siang ini, film ini menarik banget karena cerita yang unik dan buat lo semua yang ngambil jurusan psikologi, gue pastiin kalo film ini bisa jadi referensi lo kalo mau nganalisis kasus tentang skizofrenia. Sebelumnya makasih banget buat sahabat gue, “emak” a.k.a niken yang udah berbaik hati berbagi filnya dan sumpah ngga nyesel gue nontonnya.

 

Ok, Judul film ini “The Beaver” ditulis Kyle Killen dan dimaini sama Om Mel Gibson dan Jedie Foster. Sedikit sinopsis tentang film ini, mengapa mengambil nama “The Beaver” yang artinya berang-berang adalah karena dalam film ini menceritakan bahwa seorang James Walter yang mainkan oleh Mel Gibson tengah mengalami depresi berat sehingga ia kehilangan segala, berbagai cara telah ia lakukan untuk menghilangkan depresia dia telah menjanani terapi, hipnosis, menggunakan resep dokter dll, tetapi hal tersebut tidak mempan untuk menghilangkan depresinya.

Singkat cerita, Puncaknya pada saat ia mencoba untuk bunuh diri ia gagal lalu terjatuh pingsan dan waktu bangun ia udh menuin boneka yang ada ditangannya dapat berbicara dengan dia (padahal dia sendiri yang bicara melalui boneka yang ada di tangannya). Kalo dilihat dari sini bisa dilihat mungkin bapak walter ini mengalami skizofrenia kali ya, soalnya dia ngomong sama tangannya sendiri tapi tidak menyadari kalo boneka yang ada ditangan yang merupakan bagian dari anggota tubuhnya. Setelah berbicara dengan boneka berang-berang tersebut (Mr. Beaver) kondisinya jauh lebih baik seperti kondisi di rumah dan di kantor. Sampai akhirnya hal tersebut mulai kelihatan aneh oleh orang-orang terutama keluarganya yang meragukan kesehatan dirinya. Akhirnya terjadi pergolakan hebat dengan mr.Beaver (boneka yang ada ditangannya) sampai-sampai pak walter tersebut motong tangannya sendiri untuk ngusir si mr. Beaver itu.

Secara keseluruhan film ini bagus, tapi bukan ini yang menarik perhatian gue. Gue tertarik sama beberapa kata yang ada di film itu. Kata-kata yang disampaikan Norah (pacar anak pak walter) dipidato wisudanya, kira-kira kata-katanya seperti ini

 “hari ini aku di sini untuk memperingatkan, bahwa kalian telah dibohongi. Di bohongi oleh orang tua kita, guru kita, dokter kita telah berbohong kepada kita dan itu adalah kebohongan yang sama, kebohongan dalam enam kata yang sama “everything is going to be okay”. Tapi bagaimana kalo itu tidak? Bagaimana kaoi beberapa pengalaman manusia adalah sesuatu yang kamu warisi, seperti rambut keriting atau mata biru? Bagaimana kalo rasa sakit dalam DNA anda dan tragedi adalah hak asasi anda? Dan bagaimana jika.. semua bukan yang kamu harapkan.. matamu tidak biru ketika kamu mengharapkannya.. it’s all just happen, shit just happen!…”

Dari potongan kata itu, gue coba buat ngambil sesuatu. Kalo difikir memang selama ini kita banyak dibohongi oleh orang tua, guru, teman dan tentunya dengan diri kita sendiri dengan ngucapin kata-kata everything is going to be okay, oke gue tau kalo kata-kata itu baik, tapi hal itu sama saja berbohong dengan diri sendiri kalo “kita lagi berpura-pura baik” dengan meninggalkan semua hal-hal buruk, padahal gue, lo dan kita semua sedang “not okay!!”.

Untuk sesaat kita membuang jauh-jauh pikiran/hal yang ngga kita sukain, tetapi kita juga lupa bahwa hal yang ngga kita sukain itu merupakan bagian dari diri kita sendiri. Kita merasa dengan membuang jauh-jauh dan menghindar dari hal yang tidak kita suka itu menyelesaikan masalah, memang itu bekerja pada beberapa orang, tapi itu sama saja dengan membodohi diri sendiri dengan mengatakan everything is going to be okay padahal tidak. Apa lo masih mau terus lari dari sesuatu? Apakan lo masih mau menghidar dari sesuatu? Kalo tidak, terima hal itu sebagai bagian dari diri lo dan bilang “I’m not okay, but I can fix it”.

so, dalam suatu masalah, pointnya bukan bagaimana kita menghindar tapi bagaimana kita menerima hal tersebut sebagai bagian dari kita 🙂

Advertisements
This entry was published on December 16, 2011 at 11:20 am. It’s filed under trash words and tagged , , , , , , . Bookmark the permalink. Follow any comments here with the RSS feed for this post.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: